Rabu, 24 September 2008

Tips Memilih Branjangan Bagus

Tips ini berlaku bagi Branjangan bahan atau anakan, kalau dah terbukti jawara yg jelas bahwa si Branjangan tsb pasti bagus.


Salah satu koleksi Branjangan saya

Beberapa tips cara memilih branjangan yang bagus adalah:

1. Liat fisik atau postur tubuhnya secara keseluruhan, baik bentuk paruh, kepala, leher, dada, kaki, ekor dan badan panjang, mata tajam (menunjukkan petarung), bulu lembut. Secara total bentuknya proporsional.

2. Pilih yang berbodi atletis. Tidak pendek dan tidak kelewat panjang. Jangan pilih yang terlalu kecil atau sebaliknya yang kelewat gede.
Utamakan yang berjambul saat bunyi.Tubuh branjangan bermasa depan apabila memiliki ukuran ideal.

3. Bentuk paruh seimbang atau sejajar, tebal serta kokoh seperti burung gelatik tapi agak bengkok sedikit ke bawah. Soal modulasi suara memang sangat tergantung pada tren. Saat ini yang lagi digemari adalah yang memiliki tonjolan dengan speed rapat. Sedang tembakan yang dianggap bagus serupa bunyi jangkrik atau cendet. Tetapi trecetan love bird juga menarik dan banyak disuka. Itu soal selera saja. Yang jelas, sekadar untuk klangenan, rajin bersuara dan terbang naik-turunnya kayak helikopter sudah termasuk istimewa.

4. Pemasteran atau Pelatihan suara yg diinginkan, mengingat di habitat aslinya (alam) burung ini tidak memiliki variasi suara. Umumnya dengan cara memaster. Beberapa jenis burung yang dianggap afdol sebagai master branjangan antaralain jalak suren, love bird, prenjak putih, dan terucuk. Tergantung pola suara macam apa yang dibutuhkan. Selain mengutamakan tonjolan, branjangan bagus harus ngerol (berganti lagu) dengan variasi serta tebalnya volume lagunya. Alangkah bagus kalau branjangan memiliki suara berirama ngebas (tebal) dengan volume keras dan tembus.

5. Pilihan kualitas menyangkut dua kriteria. Kemampuan berkicau, antara lain tingkat kefasihan menirukan suara burung jenis lain. Lalu, kemampuan manuver di kandang. Branjangan kualitas unggul piawai mengoceh sambil terbang naik turun dalam tempo lama. Juga tingkat kesulitan manuver terbangnya.

6. Soal ngeper (terbang vertikal) sampai saat ini masih menjadi pembicaraan para branjangan mania. Karena sebagian penghobi menilai, branjangan ngeper adalah istimewa, tapi tak sedikit pula yang menyebut burung ngeper kurang bagus karena menjadikan burung tak bisa kerja stabil. Logikanya, energi branjangan akan terkuras saat melakukan terbang vertikal sekaligus melantunkan lagu.

7. Berdasarkan daerah asalnya, branjangan yang baik berasal dari Wates, Demak, Kudus, Jepara, Pati (Jawa Tengah) dan daerah Jawa Timur.

Wah mantap nih saya Asli Jepara, dan Istri dari Pati. Pulang kampung kemaren ... masih ada rekan2 yg memiliki branjangan biarpun habitat di sawahnya dah punah. Juga di Pati ... ada rekan yg menginformasikan masih ada branjangan yg dipelihara. Nanti kalo ada doku saya ambil deh buat koleksi dan buat kenangan saat menggembala kambing di sawah yg waktu itu masih banyak branjangan dan sekarang dah punah. Suaranya saat terbang tinggi duh melengkingnya ... sambil terbang .... kaya pesawat Harier saja atau Helicopter!

16 January 2007, 10:21 PM

5 komentar:

Muraigondrong mengatakan...

trims atas sharingnya om ..
keep in sharing ya ...

Muraigondrong mengatakan...

Salam kenal kapan2 kalau ada waktu mau dolan ke padepokan GK dan Casper.
Salam MBMania dan BRMania.

pras mengatakan...

saya doaken semoga breeding BRnya sukses ya om

salam

pras mengatakan...

saya doaken semoga breeding BRnya sukses ya om

salam

Anonim mengatakan...

Weh..Om CJ asli jeporo bojo Pati to..weh..aku asli Pati bojo Kudus ni..tp ngomong2 dah gak pernah ktemu bR Om di pasaran Pati Kudus,adanya bR NTb..mantep2 lam knal..piye leh..