Rakernas VIII PBI, Semarang 4-5 Desember 2009 Pada hal Penambahan Kelas disebutkan bahwa:
Dasar Pemikiran:
Dulu beberapa kelas seperti Decu, Branjangan dan lainnya dihapus karena burung-burung tersebut nyaris punah. Denagn dihapus dari lomba, asumsinya permintaan pasar akan menurun sehingga perburuan terhadap jenis burung-burung tersebut akan menurun, dengan demikian kepunahan bisa dihindari.
Kenyataannya:
Penghapusan jenis burung-burung tersebut ternyata tidak membantu kelestarian. Kepubahan tetap saja menghantui. Sebab, penyebab laju kepunahan terbesar sebenarnya bukan penangkapan dengan tujuan untuk dipelihara, disayangi, dan mungkin juga untuk lomba.
Kepunahan lebih besar disebabkan karena kerusakan lingkungan: penggundulan hutan, perubahan fungsi lahan menajdi bangunan, pestisida dan sejenisnya.
Dengan mengkaji untuk membuka lagi kelas/jenis burung yang berpotensi untuk breeding, justru diharapkan akan kembali menarik para penangkar untuk bersusaha menangkar jenis-jenis burung tersebut.
(Burung Agrobis No. 503 III Desember 2009)
Dasar Pemikiran:
Dulu beberapa kelas seperti Decu, Branjangan dan lainnya dihapus karena burung-burung tersebut nyaris punah. Denagn dihapus dari lomba, asumsinya permintaan pasar akan menurun sehingga perburuan terhadap jenis burung-burung tersebut akan menurun, dengan demikian kepunahan bisa dihindari.
Kenyataannya:
Penghapusan jenis burung-burung tersebut ternyata tidak membantu kelestarian. Kepubahan tetap saja menghantui. Sebab, penyebab laju kepunahan terbesar sebenarnya bukan penangkapan dengan tujuan untuk dipelihara, disayangi, dan mungkin juga untuk lomba.
Kepunahan lebih besar disebabkan karena kerusakan lingkungan: penggundulan hutan, perubahan fungsi lahan menajdi bangunan, pestisida dan sejenisnya.
Dengan mengkaji untuk membuka lagi kelas/jenis burung yang berpotensi untuk breeding, justru diharapkan akan kembali menarik para penangkar untuk bersusaha menangkar jenis-jenis burung tersebut.
(Burung Agrobis No. 503 III Desember 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar